5 riba yang sering ditemui

5 Praktik Riba yang Sering Ditemui Sehari-hari, Apa Saja?

Mungkin beberapa dari Anda merasa khawatir tentang 5 praktik riba yang sering ditemui sehari-hari dan itu seringkali tidak disadari. Padahal riba sendiri adalah salah satu perbuatan yang dilarang keras bahkan diharamkan oleh Islam karena merugikan.

Adapun beberapa aktivitas sehari-hari yang rawan terindikasi kemungkinan terjadinya riba, seperti transaksi jual beli, kredit, hutang-piutang, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jika Anda tidak segera mempelajarinya, maka kemungkinan besar aktivitas riba akan terus berjalan.

Kabar baiknya, artikel ini telah merangkumkan 5 contoh praktik riba yang sering ditemui dan tidak disadari oleh banyak orang. Agar mendapatkan keseluruhan informasinya, simak sampai selesai!

5 Praktik Riba yang Sering Ditemui

Berdasarkan bahasa, riba atau ziyadah berarti tambahan. Riba sendiri diharamkan oleh Islam karena merugikan dan mengakibatkan beberapa permasalahan lain, termasuk merusak moralitas, menciptakan adanya kebencian dan kemusuhan, hingga menjadikan seseorang malas bekerja.

Adapun sejumlah ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang keharaman riba, seperti Ar-Ruum ayat 39, An-Nisaa ayat 161, Ali Imron ayat 130-132, dan Al-Baqarah ayat 275-281.

Agar tidak terus dilakukan, Anda perlu memahami 5 contoh praktik riba yang akan dijelaskan pada poin-poin berikut ini, antara lain:

1.    KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah

Menjadi salah satu dari 5 praktik riba yang sering ditemui dan alternatif paling diminati oleh seseorang yang ingin mempunyai rumah, tetapi penghasilannya masih sedikit. Adapun pemerintah dan tidak sedikit lembaga keuangan yang menyediakan layanan ini.

Bahkan mereka memberikan sejumlah tawaran menarik untuk siapa saja yang melakukannya, misal potongan harga dan lain sebagainya.

Mengapa KPR termasuk riba? Ini dikarenakan di dalam transaksi tersebut terdapat sistem angsuran yang jumlah totalnya berbeda dengan harga asli akibat biaya administratif, bunga cicilan, hingga denda jatuh tempo.

2.    Kredit Ketika Membeli Kendaraan Bermotor

Sama halnya dengan KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah bahwa kredit dalam pembelian kendaraan bermotor juga tergolong aktivitas riba yang banyak ditemui. Ini dikarenakan kredit kendaraan bermotor mengandung bunga dan denda yang akan ditambahkan bersama cicilan.

Selain itu, adapun konsekuensi penyitaan jika Anda sebagai pemilik kendaraan sudah tidak mampu lagi membayar cicilan dalam kurun waktu tertentu.

3.    Melakukan Usaha Keuangan Berbentuk Pegadaian

Berjalan dalam sistem kelembagaan yang melakukan perputaran uang dalam bentuk gadai atau nominal pembayaran cukup berbeda dengan barang jaminan.

Contoh riba dalam pegadaian adalah seseorang yang menjadikan BPKB mobil sebagai jaminan, kemudian ia akan diberikan pinjaman berupa sejumlah uang. Namun, cicilan yang dibayarkan akan ditambah dengan nilai tertentu dan harus dibayar untuk menebus jaminan.

Jika terjadi keterlambatan dalam pembayaran cicilan, maka pihak pegadaian akan memberikan denda yang harus dibayarkan. Sementara itu, salah satu dari 5 praktik riba yang sering ditemui ini menjadikan kepemilikan mobil tersebut terancam beralih jika cicilan tidak dibayar.

4.    Pinjam Uang Melalui Bank Berbunga

Meminjam uang di bank konvensional berarti Anda harus siap mambayar bunga yang besarannya telah ditentukan. Maksud dari bunga ini adalah tanggungan berupa persentase atau jumlah uang yang ditambahkan dengan cicilan pinjaman.

Sederhananya, Anda harus membayar pinjaman dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan apa yang telah didapatkan. Tambahan tersebut yang terindikasi sebagai aktivitas riba.

5.    Transaksi dengan Menggunakan Kartu Kredit

Maksud kartu kredit sendiri adalah kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank atau sejenisnya untuk memudahkan pengguna bisa membeli barang dengan mudah secara hutang. Jadi, seorang pengguna kartu kredit akan dikenakan tagihan untuk membayar barang yang telah ia beli sebelumnya.

Selain itu, tagihan tersebut jumlahnya tidak sama dengan harga barang karena telah ditambah bunga. Tidak hanya itu saja, pada ketentuan tertentu seorang pengguna harus membayar biaya iuran untuk satu tahun pertama. Oleh karenanya, pihak penerbit akan diuntungan dalam praktik ini.

Setelah memahami 5 praktik riba yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, segeralah menghindar karena itu akan merugikan Anda!